Mengintrospeksi Diri : Kesadaran dan Tujuan Baru


Akhirnya kita sampai pada penghujung tahun 2024, tahun politik yang penuh dengan pesta demokrasi, semua orang khususnya warga Negara Indonesia pasti memilih pilihan terbaiknya, bahkan jika memilih untuk tidur dan tidak memilih pemimpin, itupun pilihannya sendiri. Begitu juga dengan bertumbuh, kesadaran dari dalam diri untuk mau bertumbuh adalah sebuah pilihan yang mungkin tidak semua orang ingin, tetapi bertumbuh atau tidak, semuanya akan tetap berjalan, kepala daerah akan dilantik dan waktu akan terus berjalan. Tidak pernah menunggu anda untuk memilih. Kesadaran dari dalam diri inilah yang membuat saya menulis refleksi akhir tahun ini, bahwa tahun 2024 adalah tahun yang cukup panjang untuk seorang anak berumur 23 tahun yang akhirnya menerpa dengan mentah kehidupan. Sebagaimana beberapa refleksi dari orang-orang yang biasa dilakukan, tulisan ini adalah cara saya membagikan pengalaman untuk sekedar memberi sedikit kesadaran untuk saya dan juga kalian para pembaca bahwa kita bagaimanapun telah menyelesaikan tahun ini dengan cara kita masing-masing pun untuk menyambut tahun baru yang akan selalu datang. 

Postingan Sebelumnya : Menggali Makna Kelahiran Yesus

Tahun ini saya awali dengan ketegangan mengurus tugas akhir yang tak kunjung-kunjung selesai, dengan penelitian yang masih sedikit dilakukan oleh para akademis terdahulu, saya memberanikan diri mengambil judul pada lokasi yang cukup strategis, melelahkan memang, ditambah lagi saat penelitian saya yang masih sedikit diteliti ini harus ditunjangi dengan pembimbing yang memumpuni, membutuhkan ketelitian yang cukup keras dalam penulisan untuk menunjukkan kredibilitas sang pembimbing. Diuji oleh waktu dan kegelisahan keluarga serta integritas yang telah dibangun cukup membuat saya kewalahan. Tidak hanya itu, mendapat ketua penguji yang dikenal sebagai penunda lulus handal benar-benar menguras otak dan batin, mungkin ini sebuah titik yang paling mencekam dan hari-hari paling mendebarkan untuk sekedar menanti kepastian saya dapat diwisudakan atau harus menunggu lebih panjang, momen dimana saya harus melakukan penelitian ulang di rentan waktu pendaftaran wisuda dan seminggu sebelum naik ujian adalah sebuah momen yang mungkin tidak dapat anda pikirkan, sounds crazy but, yes, I. DO. IT. "CRAZY." momen yang menguras energi ini pun membuat saya menutup beberapa peluang lainnya untuk bisa lebih fokus tanpa gangguan dan tanpa sadar saya harus membuang beberapa kesempatan yang sebenarnya dapat saya ambil.

Setelah melalui berbagai rintangan, akhirnya menyelesaikan tugas akhir dan membuang beberapa kesempatan saya mengakhiri jenjang sarjana saya tanpa rencana apapun, walaupun segala ekspetasi telah berdatangan menghajar pohon telinga mengharapkan saya untuk lebih keras terhadap diri saya melanjutkan ke jenjang berikutnya. Tekanan yang diberikan tugas akhir ini seakan-akan berkata sebaliknya dan pada akhirnya pilihan merujuk pada kelegaan yang harus dinikmati setelah merasakan pencapaian. Namun, tiba-tiba di dua minggu pertama, saya mulai pangling bahwa kelegaan yang saya pikir tidak berjalan sebagaimana mestinya, lebih seperti hampa bukan lega, ingin melihat kesempatan tetapi alam menolak menerima tawaran untuk kembali mendapatkan kesempatan yang sudah saya tutup. Untuk mempertahankan kewarasan dan kebiasaan tidak bisa tenang, saya menawarkan diri kepada beberapa teman untuk membantu menyelesaikan tugas akhirnya yang kemudian mengenalkan saya terhadap pribadi yang berbeda-beda dalam melihat sesuatu, tentu sangat senang dapat membantu dan melihat mereka menyelesaikan tanggung jawab mereka tanpa mengeluarkan kata menyerah.

Baca Juga : Seni Untuk Konsisten

Tidak menghindari tanggungjawab sebagai penerima beasiswa pertukaran pelajar, setelah menuntun adik-adik di tahun 2023, saya kembali melakukan mentoring kepada 2 orang junior saya mengembalikan kebanggaan jurusan, menerbangkan mereka berangkat di dua benua berbeda. Coba anda pikirkan bagaimana perasaan anda bahwa elaborasi yang anda lakukan ternyata benar-benar bisa membuat orang mengukir mimpi-mimpi mereka, sangat berharga untuk dipikirkan bagaimana terberkatinya saya mendapat kesempatan ini. Bukan hanya itu, kesempatan untuk terus membicarakan ini tetap saya lakukan dimana pun saya berada, sungguh memang sebuah kebahagiaan jika orang-orang dari daerah kecil seperti saya dapat merasakan sukacita yang pernah saya dapatkan. Tanpa lelah saya akan membantu menerangkan sedetail mungkin pada orang yang dengan niat penuh ingin menggali potensi untuk mengejar kesempatan ini. Akhirnya ini pun membuka pintu peluang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan dan benar-benar menyadarkan saya akan potensi yang saya miliki selama ini untuk tidak dibuang percuma.

Pertumbuhan memang tidak pernah dimaksudkan untuk orang tanpa kesadaran, seseorang harus sadar bahwa ia telah tumbuh atau ia sendiri yang harus bertumbuh, tidak ada pertumbuhan tanpa kesadaran bahwa anda telah berdiam diri selama ini. Apakah anda membiarkan dunia bertumbuh atau anda yang larut dalam dunia anda sendiri?. Anda tetap harus sadar bahwa dunia tidak menunggu anda untuk bertumbuh. Itulah kesadaran yang benar-benar saya dapatkan di tahun ini, melepaskan dunia untuk merasakan pertumbuhan diri melalui pengerjaan tugas akhir yang mengharuskan diri menyendiri menghadapi dunia, memerlukan kesadaran penuh bahwa dunia hanyalah suara-suara kabur yang datang entah dengan motivasi atau celotehan topik tanpa poin, anda harus benar-benar sadar, tidak ada topangan lagi didunia yang dapat andalkan. Apalagi mengandalkan suasana hati dalam situasi mendesak, benar-benar sesuatu cara menghabiskan waktu yang konyol. Anda harus benar-benar mematikan suasana hati saat menghadapi suatu situasi mendesak, kegigihan tanpa motivasi adalah segala sesuatu yang anda dapat lakukan, begitulah saya, kegigihan adalah pertahanan terakhir saya untuk melawan rasa malas, putus asa, kekecewaan dan tangisan hati yang terus berteriak meminta jalan keluar. 

Intagram Project Saya : @bensattribute

Semua ketidakmulusan itu karena rasa cepat puas yang saya miliki dalam diri, saya benar-benar merasa masih berada diatas dan terus menggampangkan segala sesuatu, hal ini tidak menjebak diawal karena mungkin anda dapat melewatinya dengan langkah-langkah yang sudah pernah dilihat sebelumnya, tetapi pasti anda akan kebingungan dan pontang-panting untuk kembali melakukan riset dipertengahan jalan saat menyelesaikan proses tersebut. Beberapa kali menjebak saya dalam bias, rasa cepat puas ini terus menghancurkan saya dalam hasil akhir di tahun ini, tapi entah mengapa rasa ini sangat sulit dihilangkan, kegigihan yang saya punya sangat mudah dimatikan oleh rasa ini, bahkan jika sudah kebingungan di pertengahan jalan, saya lebih memilih melepaskan tanggungjawab daripada harus melakukan riset lagi dari awal, sungguh sifat buruk yang dapat menjebak diri kedalam jurang yang dibuat sendiri.

Segala pengalaman diatas mungkin membuat anda melihat saya didalam petualangan di hari-hari yang akan datang daripada memenuhi ekspetasi beberapa orang, kegigihan yang saya latih dan rasa cepat puas yang berusaha saya matikan mungkin sudah bisa anda lihat dalam tulisan-tulisan saya, beberapa proyek renjana yang sudah saya rencanakan di tahun ini mungkin akan lebih gencar dipertunjukkan tanpa ampun. Kalian sendiri pun dapat menyimpulkan dari cerita diatas bahwa kegigihan memang harus di apresiasi dan hanya bisa didapatkan saat kalian memberi diri menjadi dampak untuk orang lain, mungkin itu adalah secuil pembukaan dari proyek yang akan dikerjakan ke depan. Tentunya dengan kesadaran bahwa motivasi harus diubah menjadi konsistensi yang akan menghasilkan kedisiplinan diri. Rahasia dari semua yang saya dapatkan ini adalah duduklah dan menciptakan sebuah momen dengan Tuhan, cukupkan waktu, berapapun, cukupkan, untuk setidaknya menghantarkan doa dan harapan serta membaca sedikit dari firman, percayalah, mustahil bahwa anda tidak mendapatkan sesuatu dari waktu yang disisihkan ini.

Pengenalan Blog : Ben Mind

Bertumbuh memang sakit, lihatlah sebuah benih yang harus membelah kerasnya tanah, mengikat akar dan memecahkan diri mencari nutrisi hingga keluar untuk bertemu matahari. Tidak tahu apa yang akan dihadapi, ketidaksesuaian musim, angin serta hama yang menyerang. Kegigihan untuk terus mengikat akar pada nutrisi akan memberi hasil bukan hanya tanaman tersebut, tapi bagaimana proses yang dilewati benar-benar menjadi perjalanan yang tak terkira, mungkin bisa memberi benih-benih baru yang adalah harapan untuk kembali tumbuh.

Apakah anda sudah siap bertumbuh di tahun depan? We will see..

See u next year

Beniqno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus Shortname

Comments system