Postingan Sebelumnya : Kesadaran dan Tujuan Baru
9 bulan sudah saya tidak memikirkan kemungkinan untuk sampai pada media tulis ini, mimpi itu masih ada, tetapi terjangan hidup terlalu keras untuk sampai kembali disini, seperti yang mungkin sedikit dari kalian tahu, menulis bukan hanya tentang memikirkan diksi, tetapi juga menaruh emosi yang baik agar para pembaca dapat mengerti apa yang anda sampaikan dan merasakan apa yang anda rasakan saat menulis. Tidak sampai disitu tujuan menulis, anda juga harus tau bagaimana membawa kembali para pembaca untuk datang dan datang lagi menunggu kabar bahwa anda telah menulis lagi dan sampai pada tahap itu, inilah yang kalian dapat, keinginan untuk terus menulis karena anda tahu bahwa ada yang sedang menunggu kalian untuk terus membaca cerita kalian, merasakan emosi yang kalian taruh pada tulisan dan bahkan mengapai kabar kalian untuk sampai pada tulisan berikut atau bahkan membuka tulisan-tulisan lama kalian.
Baca Juga : Menutup Tahun dengan Pengalaman Baru
Sangat banyak orang bertanya-tanya saya dimana, apa yang saya lakukan, bagaimana sampai saya tiba di tahap ini dan bagaimana dengan mimpi-mimpi dengan metafora dan penghayalan besar yang selalu saya ceritakan kepada orang-orang. Saya akui, cukup lihai saya menyembunyikannya namun tidak dapat dipungkiri orang-orang merasa saya telah hilang arah, mengutamakan hidup daripada mimpi karna mimpi itu serasa mustahil untuk digapai oleh orang-orang tanpa hak istimewa seperti saya. Pertanyaan-pertanyaan diatas tidak akan langsung terjawab ditulisan ini, karena ini hanya pengantar dari tulisan-tulisan yang akan diciptakan pada hari-hari berikutnya. Namun, saya percaya, saya tetap melihat tujuan yang sama dari awal saya menulis kata pertama di media ini, hanya saja tujuan tersebut tidak bisa digapai dengan jalan lurus, harus ada lika-liku yang menghambat agar saya tetap sadar bahwa perjuangan mencapai tujuan besar butuh semangat yang tidak pernah padam agar selalu menjadi tumpuan saat sudah ditujuan dan akan jadi pemantik saat telah sampai ke tujuan, bahwa tidak dengan mudah saya sampai pada tititk tersebut.
Kembali Lagi : Awal Mula Penciptaan
15 tahun sudah perusahaan ini dibuat dengan dampak jangka panjang yang mereka pikirkan benar-benar dari bawah, tetapi ekspansi yang mereka lakukan di daerah terpencil saya ini baru saja berjalan 2 tahun, cukup baru untuk perusahaan besar mengambil resiko dengan menggemparkan ekspansi mereka didaerah tanpa potensi timbal balik yang baik ini. Potensi bahwa orang akan menunaikan kewajiban mereka terhadap perusahaan, potensi bahwa orang-orang yang bekerja tidak selalu profesional. Gambaran besar yang saya dapatkan adalah sebaliknya, bahwa orang-orang dengan mental di daerah kecil malahan lebih menguras tenaga, para pekerja dengan potensi besar harus mencari jalan lain, memutar otak sedemikian rupa untuk memaksa para pemakai hak mengembalikan kewajiban mereka, disinilah pekerjaan ini menjadi berat, niat baik yang dari awal diciptakan seakan menjadi kabur tak terlihat. Tujuan, moto dan slogan perusahaan menjadi begitu tidak berarti ketika diberikan pada potensi yang mereka lihat dari perhitungan yang mereka buat tanpa melihat kondisi aktual. Niat baik yang mereka tabur, seperti menyiram tumbuhan dengan air garam, ya, akan hidup pada kondisi tanah yang berminyak dan akan mati ditangan orang-orang yang tidak tahu takaran. Hal-hal ini yang membuat saya yang adalah salah satu dari sekian banyak cara yang perusahaan tempuh untuk memperbaiki cara kerja, memperbaiki metode dan kemampuan kerja hingga melihat potensi-potensi perusahaan di daerah kecil ini untuk tetap mempunyai harapan untuk berkembang mengepakkan sayapnya untuk kembali menegaskan tujuan mereka dalam membantu orang-orang didaerah memenuhi kehidupannya sendiri.
Pandangan Ben : Seni Untuk Konsisten
Begitulah tahun 2025 saya dimulai, mengambil jalan jauh, merenggangkan waktu untuk tetap sampai ke tujuan ini dengan menaikkan nilai diri ke tahap yang lebih tahan banting terhadap tekanan. Ternyata kehidupan di dunia kerja yang mengandalkan tim, sangat berbeda dengan individualitas yang saya tanamkan di hari-hari hidup saya. Saya harus mengerti isi hati dan kepala orang yang tidak pernah saya lihat. Kemunafikan, rasa tidak ingin kalah, kemalasan dan tidak tahu diri adalah sedikit dari sifat-sifat yang harus saya hadapi ketika beradaptasi di tempat-tempat baru yang diberikan perusahaan kepada saya, tetapi profesionalitas dan integritas terus saya bawa sepanjang jalan, bahwa saya mempunyai tujuan untuk bekerja, bukan hanya sekedar hidup untuk bekerja. Dikejar dengan benda tajam, disembunykan untuk tetap aman, memutar fakta mencari solusi, meledakkan emosi ditempat penuh ancaman, merayu sang setan untuk tetap menapakkan kakinya ditanah adalah bagaimana gambaran profesionalitas yang saya berikan kepada perusahaan tempat saya bekerja.
"Believe in Jesus, because you would take too much energy if you believe in yourself. So let Jesus do His works"
Ya, saya tidak pernah mengira mengandalkan keyakinan, saya akan dibawa sejauh ini, sangat melelahkan jika kamu menggunakan segala kepercayaan dirimu pada pekerjaan seperti ini karena setiap detik punya resikonya sendiri, bahkan ketika anda sudah yakin bahwa anda akan mendapat pencapaian bagus dibulan ini, lalu dipatahkan oleh para pelanggan yang benar-benar berkendala untuk menjalankan tanggung jawabnya. Lalu, apa yang harus menjadi tumpuan anda saat berhadapan dengan masalah seperti ini, ya, INTEGRITAS, integritas ini sering dianggap sepeleh, orang-orang bahkan mengorbankan harga diri, kepercayaan diri dan potensi untuk melucuti integritas mereka dalam bekerja. Padahal, bekerja sesuai realita di lapangan membawa anda dalam perjalanan panjang yang memelihara hidup anda, tetapi orang-orang lebih memilih menukar integritas dengan kenyamanan sesaat untuk tidak dimarahi atasan. Budaya-budaya kerja seperti inilah yang harus diberantas, perusahaan yang merugi ketika metode baik dijalankan lebih baik daripada kerugian yang ditanggung individu karena melanggar integritas diri sendiri.
Integritas ini pun membawa saya jauh, selangkah didepan, ya, bukan hanya integritas, tetapi mengandalkan segalanya di bawah kendali Tuhan, bahwa saya manusia biasa yang bekerja dengan tuntutan, tetapi apakah tuntutan tersebut menutupi mata petinggi dari kendala yang dihadapi para pekerja? saya rasa tidak. Menjaga integritas membawa saya sangat jauh kedepan dengan resiko yang lebih besar, terus dipercaya perusahaan untuk berkembang lebih jauh sampai pada kesempatan ini saya mendapatkan waktu luang yang saya dambakan untuk kembali pada media ini, mengabari anda menggunakan tulisan untuk mengetahui bagaimana saya tetap berjalan menuju tujuan saya. Saya akhirnya dipercaya memimpin sebuah tim, yang mungkin akan menjadi keluarga kecil ditengah tempat perantauan saya, jauh dari rumah, saya yakin Tuhan tidak menaruh saya di tempat ini, memimpin anak-anak ini tanpa tujuan kedepan. Pendirian yang saya buat ini benar-benar menghasilkan sesuatu diluar harapan saya, tidak pernah terpikirkan dalam hidup untuk mengatur manusia-manusia besar dengan sifat-sifatnya masing-masing tentu untuk menghasilkan hidup yang berkualitas yang juga mereka impikan.
Instagram Project Saya : @bensattribute
Banyak cerita yang saya alami dari tanggal pertama di tahun ini yang akan terus saya ceritakan ditiap minggu mendatang, pun saya mendapatkan media-media yang lebih memumpuni agar kalian bisa berlangganan dan tidak hanya menunggu saya mengabari anda, tetapi anda dapat melihat pemberitahuan tersebut pada ponsel genggam anda, bagi anda yang terus penasaran bagaimana saya bisa melesat begitu cepat dengan integritas yang saya pertahankan, bertahanlah disini, menunggulah, banyak cerita yang belum saya lanjut dari pembuatan blog ini, ataupun cerita baru yang saya alami selama masa senggang saya dari media ini. Terus memelihara integritas pun adalah sebuah pekerjaan yang sulit karena kadang hal yang ditukar adalah kenyamanan sesaat yang anda alami .Begitulah manusia, melihat hanya apa yang dihadapi tanpa melihat perjalanan panjang yang mereka akan jejaki, tetapi percayalah mempertahankan integritas tidak hanya menguntukan bagi diri sendiri, tetapi pada lingkungan anda, bahkan lebih besar integritas berpengaruh pada masa depan saat anda berhadapan dengan permasalahan yang lebih besar.
Ulangan 3:18
"Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati
Mungkin tulisan ini akan sulit dibaca karena diksi yang tercecer tetapi, tetaplah menunggu untuk tulisan berikut, dibalik itu, tetaplah menjaga integritas anda di saat banyak orang rela menukarkan hal tersebut dengan kenyamanan yang fana.
XOXO :D







Tidak ada komentar:
Posting Komentar