Ben's Perspective : Satu Tingkat Transformasi


 Fyi, Blog ini baru saja dibuat tetapi rasanya ini sangat genting dan harus ditanggapi.

Permasalahan


Baru saja kita -pengguna sosial media didaratan Kupang- disuguhkan sebuah cuplikan yang dilihat sebagai sebuah kemirisan, menunjukkan seorang perempuan dengan detail menggunakan almamater salah satu kampus yang cukup disoroti di provinsi ini menggunakan kata-kata yang dianggap hiperbola untuk sedikit mengungkapkan kekesalan terhadap mahasiswa baru dalam kegiatan masa bimbingan serta menggunakan suara yang cukup keras dalam meluapkan amarahnya.

Menarik disini bahwa ini pun menjadi luas karena salah satu akun instagram yang cukup besar dengan menggendong nama provinsi dalam username mereka menyebarkan potongan video ini tanpa serta-merta mengetahui kondisi aktual dalam kegiatan tersebut. Akar permasalahan pun dimulai, karena media ini sering digunakan memang untuk memuat cuplikan-cuplikan kontroversi agar dilihat orang dan dapat langsung ditanggapi berbagai kalangan entah itu hanya pengguna sosial media awam atau akun-akun yang berafiliasi dengan para pemangku jabatan.

Terus berkembang, masalah ini pun menyentuh media-media besar yang akhirnya dijangkau para jurnalis untuk lebih mendalami masalah tersebut dan diusut untuk mendapat keterbukaan dan keterangan dari semua pihak yang terkait. Akhirnya perempuan yang disorot karena perlakuannya malah berbalik mendapat perundungan yang digadang-gadang sebagai resiko dari perbuatan dia sendiri. Tanpa jeda, serangan yang dilakukan para pengguna media dan juga akun yang memuat cuplikan tersebut terus memotong-motong cuplikan untuk menggiring opini yang mungkin dalam tujuannya agar menjadi media yang lebih disoroti dan mengambil keuntungan afiliasi dari peristiwa seperti ini.


Mengenal Mabim

After the Games


MABIM yang adalah akronim dari masa bimbingan adalah kegiatan yang diselenggarakan pihak kampus dalam menangani dan membimbing mahasiswa agar lebih mengenal orientasi kampus, mengajarkan tata krama, berkolaborasi dan bersinergi dalam mencapai tujuan kampus untuk meningkatkan kualitas dan mutu kampus menghadapi pertumbuhan dan perkembangan dewasa ini.


Mabim dalam pelaksanaannya ditanggungjawab oleh masing-masing jurusan yang mengutus salah seorang pembina Mabim dengan memilih satu dari para dosen terampil untuk membawahi panitia-panitia Mabim yang adalah para anggota HMJ. Kemudian para anggota HMJ dibagi dalam setiap seksi untuk menanggulangi setiap keperluan kegiatan ini, lengkap, juga ditambah dengan mentor untuk membawahi setiap kelompok mahasiswa yang dibentuk dalam kegiatan tersebut untuk berkolaborasi dan fokus menangani tiap-tiap mahasiswa baru dengan karakter masing-masing mahasiswa.

Mabim yang diselenggarakan pun telah dipertimbangkan dan dievaluasi dari tahun ke tahun melihat kembali bahwa kita baru saja diserang pandemi. Mabim pun pernah diberhentikan karena beberapa alasan dalam pertimbangannya. Melaksanakan mabim ini pun menjadi sebuah kebimbangan dan kegelisahan dari pihak yang melaksanakan.


Bagaimana tidak? Saat tidak dilaksanakan, penanganan mahasiswa baru menjadi tantangan bagi setiap civitas kampus karena tidak adanya pengenalan etika dan tata krama kampus, mahasiswa jadi seenaknya dalam bertindak dan pendekatan terhadap para dosen menjadi sebuah masalah baru karena tidak adanya pengenalan sopan santun dalam bertindak dan perbedaan orientasi dalam menanggapi hal -hal baru kampus yang akhirnya juga menjadi tidak terorganisir.

Hasrat Menanggapi

Pemaparan Materi


Sebagai alumni yang setidaknya terus mengikuti perkembangan jurusan, terkhususnya pernah mengambil andil sebagai panitia dalam kegiatan Mabim ini, serta mendapat kesempatan untuk mengisi acara-acara bermanfaat didalamnya, saya rasa pandangan para pengguna media harus sedikit dilebarkan untuk melihat dua sisi cerita, tidak hanya memaksa untuk setiap masalah ada klarifikasinya bukan malah solusi yang dicari.


Bahwa pembinaan karakter sungguh sangat diperlukan setiap lembaga apalagi perguruan tinggi yang setiap tahun menerima begitu banyak mahasiswa baru, ribuan bahkan puluhan ribu, tidak mudah bagi kampus untuk dengan gembleng dan satu kali mengenalkan kampus serta setiap detail unsur yang ada didalam kampus. Apalagi, kita tinggal didaerah kepulauan Nusa Tenggara Timur yang dikenal akan keragamannya begitu pula dengan karakter-karakter mahasiswa baru. Sungguh pembimbingan dalam fokusnya untuk memberi nilai-nilai penting tentang bagaimana perkuliahan dalam kampus dan empati yang ditumbuhkan kepada unsur-unsur dalam kampus harus terus diberikan karena karakter kita yang biasa dibilang
"Orang harus sendok ko taro dipiring semua baru mau makan"

Tanpa membenarkan prosesi yang disebut tradisi, ini pun kesalahan bagian kecil dari panitia yang harusnya dapat diselesaikan oleh intern kampus karena kewenangan mereka pun sudah sangat cukup untuk memberi disiplin kepada mahasiswa yang bersangkutan. Tentang cuplikan yang tersebar luas dan cepat, sangat disayangkan bahwa ini penggunaan media sebagai pemberitaan sudah mencapai titik untuk lebih mencari sorotan dan panggung tanpa mementingkan nama lembaga yang terkait, itu adalah tindakan yang cukup disayangkan


Mengingat daerah kita yang sedang dalam perkembangan menuju arah yang lebih baik dengan serangan-serangan berita yang terus kita dengar dilakukan oleh oknum-oknum dari daerah kita, sudah seharusnya masalah-masalah seperti ini perlu tanggapan yang sudah ditransformasi -agar membuat kita tidak dipandang sebelah mata- agar media luar daerah pun melihat kolaborasi terhadap kontroversi sebagai nilai tambah, bagaimana kita menyelesaikan masalah, bukannya menjadikan ini sebagai konsumsi masyarakat hanya karena sangat ingin disoroti sebagai sebuah media yang sudah superior.

Cukup disayangkan juga kepada para pengguna media yang suaranya sudah sedikit didengar oleh lingkup tertentu dalam menanggapi masalah ini tanpa transformasi, bahwa dengan melihat peluang untuk mencari panggung juga dengan pikiran yang belum di organisir menggerakan jari untuk menghasilkan kata-kata yang tidak semestinya dikeluarkan adalah tindakan gegabah. Apalagi para teman-teman yang masih satu tubuh dengan institusi yang disini adalah para mahasiswa, alumni dan civitas yang turut menyebarkan cuplikan dengan narasi negatif tentang kegiatan ini bahkan menjadi serangan keras terhadap mahasiswa dalam video tersebut, sepertinya tidak melihat resiko apa yang akan ditimbulkan selanjutnya.


Untuk Teman Ben

Kolaborasi Bersama Awardee


Melihat karakter para pengguna media saat statement yang mereka keluarkan sudah tidak sejalur dengan alur permasalahan, biasanya mereka terus mencari pembenaran dan terus menyerang yang bersangkutan secara barbar. Secara tidak langsung ini akan mencerminkan karakter mereka sendiri, bagaimana mereka menanggapi sebuah masalah. Dari sini juga kita dapat mengetahui bagaimana mereka menggunakan media dan seperti apa orang-orang yang mendengar dan mengikuti mereka.

Sudah seharusnya kita satu tingkat bertransformasi, satu tingkat lebih berpikir, satu tingkat lebih dalam mengambil tindakan.


Mari setidaknya kita bijak menanggapi masalah, apalagi jika bersangkutan dengan sebuah lembaga besar yang akan berdampak besar bagi orang-orang di dalamnya, sebagaimana dapat dilihat bahwa institusi-lah yang menjadi sorotan. Lebihnya lagi, jika ini menyangkut daerah yang kita jaga dan terus banggakan, sangat disayangkan kelakuan para media yang hanya mementingkan afiliasi, promosi dan bagi hasil. Bagaimana dengan kita yang terus membawa nama daerah kemana pun kita pergi, kita pun akan di cap oleh karena kesalahan para oknum.

Cukup senang melihat tanggapan beberapa orang dalam cerita saya sebelumnya untuk setidaknya menahan diri bukan membatasi teman-teman untuk bersuara, tetapi satu tingkat lebih berpikir sebelum mengambil tindakan. Sekali lagi, karena ini menyangkut lembaga serta daerah, biarlah pendapat anda mengalir didalam lembaga dan daerah tersebut. Tidak ada kebanggaan saat anda menggunakan panggung bersuara lantang mencerca oknum yang adalah "tubuh anda sendiri" yang datang dari lembaga dimana anda di didik dan tumbuh didaerah dimana anda tinggal. Jika sangat diperlukan, anda cukup mengkritik bagaimana khalayak luas harus melihat permasalahan itu, jika memang salah ya, berilah pengertian. Jika benar, berilah penjelasan.

Akhir Kata


Semua tulisan ini adalah keresahan orang yang tidak tahu menulis, jika ada kesalahan penggunaan bahasa, penulisan, tanda baca, huruf serta pengertian, mohon maaf. Tetap, saya membutuhkan pendapat anda sebagai bagian dalam perkembangan. Jadi, jangan lupa untuk meninggalkan komentar!


Always Be the Light!
Beniqno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus Shortname

Comments system