Kayaknya beta akan tulis ini dalam bahasa Kupang, butuh beberapa deskripsi khusus yang beta harus kupas dalam bahasa yang beta sendiri kuasai, entah nanti akan diterjemahkan setelahnya adalah salah satu implementasi dari "konsistensi" itu sendiri. Ini ni ternyata isu yang sering ketong sendiri sonde sadar bahwa ketong sedang menjalani atau merasakan efek dari ini isu sendiri. Beta sendiri akhirnya merasakan ini efek dan terus membuat penolakan kalo ternyata beta menjalani hasil dari yang beta buat tanpa konsisten ini sendiri. Maka dari itu ini tulisan beta peruntukan kepada semua orang yang bertanya-tanya apakah harus ada konsisten dan sedang merasakan hasil dari perjalanan hidup mereka. Mungkin ini akan menjadi sebuah pengalaman yang dibagi, motivasi untuk bangkit ataupun tulisan yang menginspirasi, beta sonde tau tapi ini tulisan memang beta buat karena beta sedang merasakan ini barang yang beberapa hari belakangan ini memperburuk beta punya keadaan.
Beta su tulis ini intro diatas tapi kayaknya terlalu egois untuk menggunakan bahasa Kupang untuk menyampaikan isu yang genting ini, so let's turn it back.
Dalam pencarian dengan mesin pencari google yang sudah diracik oleh AI untuk meringkas beberapa pengertian, konsistensi sendiri berarti tetap, kokoh, selaras dan tidak berubah. Konsisten mungkin dihasilkan dari komitmen besar yang dibuat, mungkin sendiri juga berkelompok, tetapi kenapa ini harus diangkat disini. Konsisten adalah sebuah konsep yang kuat untuk merubah hidup kita menjadi lebih baik, konsisten sendiri terkadang lahir dari sebuah komitmen yang besar dengan hasil yang sudah dapat dilihat jika komitmen tersebut dilakukan dengan konsisten, lalu kita diperlihatkan pada kenyataan sekarang bahwa manusia saja sudah susah mengambil komitmen, apalagi konsisten itu sendiri
Anda sekarang mungkin melihat tulisan saya dengan sebuah tanda tanya besar dan kritik pedas dalam kepala tentang tata bahasa, cara penulisan dan kata-kata yang terus diulang. Tanpa disadari anda sedang melihat pertumbuhan seseorang yang tidak suka membaca maupun tidak giat dalam menulis untuk menjelajahi bagian lain dari dirinya. Ini pun adalah maksud dari konsisten itu sendiri, mungkin sekarang anda melihat ini sebagai langkah tanpa nilai atau tujuan, tetapi bagaimana jika konsisten ini bertemu dengan momen dimana para pembaca adalah orang-orang publikasi yang dapat memfasilitasi kemampuan yang sedang bertumbuh ini? Pikirkan saja dulu, soal kemungkinannya biarlah perjalanan ini menjadi bukti..
Ketidakkonsistenan Membunuh Potensi
Keresahan saya tentang diri sendiri dan konsep konsisten ini mulai memasuki ruang dalam kepala, membuat penyesalan sangat terasa, saya sendiri besar dengan ide-ide dalam kepala dan fasilitas yang dapat dikatakan cukup, tetapi tidak pernah diketatkan untuk menngikuti sesuatu dengan konsisten. Saya pernah les musik, menyanyi, dibesarkan dari seorang master linguistik, mengikuti pelayanan dari kecil, bergaul sebegitu luasnya dan hal-hal lain yang adalah pengembangan diri. Pertanyaannya, sekarang dimana hasil semua itu? mungkin anda juga akan heran
"Kok dia hanya begini-begini sa, padahal kalau mau omong semua dia ada"
Ketidakkonsistenan ini pun muncul dalam bentuk penyesalan, bahwa sepertinya sudah terlambat untuk menggapai beberapa hal kecil yang dapat sedari dulu dihasilkan. Ini pun terjadi karena ternyata kekuatan dalam melawan distraksi yang tidak dapat dihadapi sendiri padahal itu dapat anda manfaatkan dengan kehadiran orangtua saat anda kecil, anda dapat meminta mereka mengatur hidup anda, tetapi bagaimana jika anda sudah dewasa, umur 25 misalnya -siapa yang ingin mengatur hidup anda- orangtua pun mungkin akan segan menghadapi sifat keras kepala anda. Ya, sekarang anda harus melakukan semuanya sendiri semau anda, orangtua hanya akan menerima sifat-sifat buruk dari karakter yang anda bangun sendiri. Sekarang semuanya ingin digapai sedangkan umur anda terus berjalan, anda diperhadapkan untuk bagaimana menggapai hal-hal yang sudah menjadi penyesalan dan diri anda sendiri yang tidak mau diatur. Siapa yang dapat menolong selain diri anda sendiri?
Beberapa kesempatan saya mendengar Pandji Pragiwaksono selalu berkata,
"Jangan membunuh mimpi karena mimpi tak pernah mati. Dia hanya akan pingsan dan bangun lagi ketika kamu sudah tua dalam bentuk penyesalan."
"Janganlah dengan sengaja membuat mimpi menjadi pingsan, ia tidak akan sekedar bangun, tetapi menyerang anda dengan penyesalan bahkan sebelum anda merasakan masa tua"
Lebih jelas lagi bahwa, jangan sekali-kali membuat mimpi tanpa komitmen dan konsisten karena itu tidak lebih dari sekedar ocehan komedi yang anda bualkan untuk memuaskan hasrat sesaat anda.
Sekarang, saya benar-benar tidak mencapai sesuatu tanpa bantuan dari orang lain, bahkan untuk bangun pagi, harus ada oranglain yang mengingatkan saya atau event besar yang terus dibawa dalam pikiran. Lebih terasa lagi bahwa saya beberapa kali mencoba kemampuan akademik saya dengan seringkali mengikuti tes yang diselenggarakan oleh pemerintahan, boro-boro menginginkan nilai tinggi untuk lolos ketahap selanjutnya, mendapat nilai sesuai ambang batas saja sudah cukup. Anda mungkin merasa itu sebagai suatu hal yang sombong, tetapi bagaimana jika anda tahu bahwa sebenarnya anda bisa mendapat hasil yang lebih baik, tetapi malah tidak konsisten dalam berusaha dan terus membawa rasa cepat puas dengan hasil yang begitu-begitu saja.
Memulai dari Pikiran
Sifat cepat puas sangat mematikan potensi anda sebagai anak normal yang bisa mendapatkan apa saja jika konsisten, ini adalah sifat yang marak ditemui pada anak-anak jaman sekarang, bahwa mereka hanya ingin tahu tapi tidak ingin mengambil bagian. Sifat cepat puas adalah hantu dalam pencapaian yang menggerogoti pikiran anda dan hidup anda. Kemudian anda tidak akan mencapai apa-apa dalam hidup yang sangat singkat ini. Anda tidak lebih dari manusia yang dapat diatur, lebih kasarnya anda adalah buruh didalam hidup anda sendiri, mungkin lebih seperti robot yang tidak pernah dibaharui. Pada akhirnya anda akan merasakan mimpi anda yang mati bukan karena tidak mampu, tetapi karena sifat yang sebenarnya dapat anda singkirkan.
Bertemanlah dengan Resiko
Beranilah dengan konsisten untuk mengambil resiko saat anda masih ditopang, diatur dan diawasi oleh orang-orang terdekat dan anda tidak perlu diawasi lagi saat anda sudah mendapatkan sebuah hal besar yang dibanggakan. Anda dapat dilepasliarkan dengan kepercayaan yang sudah anda bangun selagi diawasi, orang-orang tidak perlu takut saat anda bertindak, mereka akan memberikan segala yang mereka punya tanpa energi yang besar, karena anda sendiri dapat memberi hasil lebih terhadap apa yang anda berikan dan pada akhirnya usaha yang konsisten akan membawa pada keberhasilan yang jauh tak terkira dengan kepuasan anda dalam tingkat yang lebih tinggi.
Jadi, mengembaralah jauh dalam mimpi anda dan teruslah konsisten dalam pengejaran akan itu dan lihatlah bagaimana mimpi anda satu per satu tercapai!
Matius 16:10 : "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar."
Tetaplah Konsisten dan setialah dalam perkara-perkara kecil!




sangat menginspirasi, thank you 😊
BalasHapus