Pengantar Singkat Arti dan Maksud Perayaan Advent


Bagaimana perasaan Anda akhir tahun ini? Apakah hidup seperti film Natal, penuh dengan keajaiban, kebahagiaan, dan kue natal yang tak ada habisnya? Ataukah Anda merasa tertekan, cemas, atau bahkan berduka? Sebuah lagu Natal klasik mengatakan bahwa ini adalah waktu yang paling indah dalam setahun, tetapi bagi banyak dari kita, ini sebenarnya adalah waktu yang paling membebani.

Terlepas dari bagaimana keadaan hidup Anda, bisa jadi sulit untuk mengingat mengapa kita merayakannya. Itulah mengapa Advent sangat berharga. Ini memberi kita kesempatan untuk melambat dan memfokuskan kembali perhatian pada Tuhan.

Saya tidak bisa menjamin bahwa membaca ini akan membuat salju turun pada Hari Natal atau secara ajaib menghilangkan semua kekhawatiran untuk memasuki natal, tetapi ini saya rancang untuk membantu Anda menemukan harapan, kedamaian, sukacita, dan cinta di musim ini.

Advent berasal dari kata Latin “adventus,” yang berarti “kedatangan.” Ini adalah waktu untuk mempersiapkan dan mengantisipasi perayaan kelahiran Yesus pada Hari Natal.

Saat ini, musim Advent dibagi menjadi empat minggu, dengan setiap minggu fokus pada satu kata yang menggambarkan bagaimana kelahiran Yesus mengubah kita dan dunia. Keempat kata itu adalah harapan, kedamaian, sukacita, dan cinta.

Secara tradisional, gereja menyalakan lilin ungu untuk dua minggu pertama—harapan dan kedamaian. Kemudian lilin merah muda dinyalakan untuk minggu ketiga—sukacita—sebelum lilin ungu lainnya dinyalakan untuk minggu keempat—cinta.

Menemukan Harapan, Kedamaian, Sukacita dan Cinta

Tunggu dulu, karena jika Anda pernah ke gereja, membaca Alkitab, atau menghabiskan waktu di sekitar orang Kristen, Anda mungkin sudah sering mendengar empat kata ini. Dan mungkin kata-kata ini terasa agak samar. Lanjutkan membaca untuk memahami lebih lanjut tentang apa arti empat kata ini dan minggu-minggu ini.

Minggu 1: Harapan

Harapan: Keyakinan yang tulus dan berbasis bukti bahwa Tuhan sedang membuat masa depan lebih baik daripada masa lalu atau sekarang.

Minggu harapan mengundang kita untuk mengingat bahwa kita dapat memiliki harapan dalam segala keadaan hidup karena Yesus mati untuk menyatukan kita dengan Tuhan.

Dalam rasa sakit dan masalah kita, Tuhan tetap bekerja dan menyediakan bagi kita. Ketika hidup menguji kita sampai batasnya, kita dapat beristirahat dalam bukti kesetiaan Tuhan, mempercayai janji-janji-Nya tentang masa depan kita, dan memiliki keberanian di tengah kemungkinan yang mustahil.

Minggu 2: Kedamaian

Kedamaian: Suatu keadaan keselamatan, ketenangan, dan pembaruan antara kita, Tuhan, dan sesama.

Anda mungkin familiar dengan konsep kedamaian sebagai lawan dari peperangan, atau sebagai “kedamaian batin,” suatu keadaan di mana Anda stabil dan tenang dalam pikiran dan emosi. Kata Ibrani untuk kedamaian—shalom—menambahkan dimensi lain pada dua gagasan ini. Shalom juga berarti keselamatan atau kelengkapan.

Yesus hidup, mati, dan bangkit untuk membawa kedamaian antara kita dan Tuhan, memberikan ketenangan dan kestabilan bagi pikiran dan emosi kita, serta membuat kita utuh. Selama minggu kedua Advent, kita mengingat kedamaian yang Tuhan tawarkan kepada kita.

Minggu 3: Sukacita

Sukacita: Keceriaan yang tangguh, berakar pada kebaikan Tuhan.

Bagaimana kita bisa merasa ceria saat masalah datang? Bagaimana kita bisa memiliki sukacita ketika ada penyakit, kematian, dan penderitaan di sekitar kita? Kita melihat kepada Yesus. Hidup, kematian, dan kebangkitan-Nya memberi kita alasan untuk memiliki harapan dan merasakan kedamaian bahkan di tengah masalah hidup—dan inilah yang kita ingat selama minggu ketiga Advent.

Saat kita percaya bahwa Tuhan sedang membuat masa depan lebih baik dan menemukan ketenangan dalam diri-Nya, ini memberi dampak positif pada sikap kita. Ini bukan berarti setiap orang Kristen harus memiliki kepribadian yang ceria dan sangat positif. Sebaliknya, ini berarti bahwa pengalaman akan kebaikan Tuhan pasti tercermin dalam kata-kata dan tindakan kita.

Minggu 4: Cinta

Cinta: Mengikuti teladan Yesus dengan memperlakukan setiap orang sebagai sesuatu yang berharga dan layak mendapatkan perhatian yang penuh pengorbanan.

Setiap manusia diciptakan menurut gambar Tuhan dan memiliki nilai yang melekat. Itulah sebabnya Dia memanggil kita untuk menunjukkan rasa hormat, kebaikan, dan perhatian kepada semua orang—terlepas dari keyakinan dan latar belakang mereka.

Yesus menunjukkan kepada kita apa artinya mencintai. Ketika kita membaca tentang hidup-Nya, kita melihat bagaimana Dia selalu menempatkan orang lain di atas diri-Nya melalui tindakan pelayanan dan kemurahan hati.

Tuhan lebih dari sekadar penyayang—Dia adalah kasih, dan Dia memanggil kita untuk menjadi kasih dengan bersatu dengan-Nya dan mengikuti perintah-Nya. Pada Natal, kita melihat awal dari pemenuhan dan teladan cinta yang sempurna—hidup, kematian, dan kebangkitan Yesus—dan kita mengingat kasih itu pada minggu keempat Advent.

Mari Kita Tinjau: Advent berlangsung selama empat minggu sebelum Natal. Setiap minggu berfokus pada salah satu dari empat kata ini:

  • Harapan: Keyakinan yang tulus dan berbasis bukti bahwa Tuhan sedang membuat masa depan lebih baik daripada masa lalu atau sekarang.
  • Kedamaian: Suatu keadaan keselamatan, ketenangan, dan pembaruan antara kita, Tuhan, dan sesama.
  • Sukacita: Keceriaan yang tangguh, berakar pada kebaikan Tuhan.
  • Cinta: Mengikuti teladan Yesus dengan memperlakukan setiap orang sebagai sesuatu yang berharga dan layak mendapatkan perhatian yang penuh pengorbanan.

Bagaimana Anda Bisa Merayakan Advent?

Ada banyak cara untuk merayakan Advent dan menciptakan tradisi di sekitarnya. Ini adalah waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan devosi atau doa bersama teman dan keluarga. Berikut beberapa ide untuk membantu Anda dan orang-orang terkasih merayakan musim ini.

  • Bacalah Rencana Alkitab Natal bersama keluarga, teman, atau kelompok kecil gereja Anda. Anda bisa mencoba Rencana Alkitab Advent 25 hari atau Rencana Alkitab Kisah Natal 5 hari.
  • Beli atau buat Kalender Advent sendiri sebagai pengingat visual dan latihan harian untuk tetap fokus pada Yesus musim ini.
  • Sebarkan harapan, kedamaian, sukacita, dan cinta melalui pelayanan kepada orang lain. Anda bisa menjadi sukarelawan di gereja lokal atau organisasi non-profit lainnya. Atau Anda bisa mencari seseorang di lingkungan Anda yang membutuhkan dukungan.

Anda Dapat Menyiapkan Hati Anda 

Pada Advent ini, pilihlah satu cara untuk fokus pada kedatangan Yesus dan Kerajaan-Nya, dan rayakan dengan perspektif yang baru. Anda bisa menjadikan musim Advent dan Natal ini sepenuhnya tentang Tuhan yang memilih untuk bersama kita di masa lalu, sekarang, dan masa depan, dan merangkul tawaran-Nya akan harapan, kedamaian, sukacita, dan cinta.

Terjemahan Artikel : A Simple Intro to the Meaning and Purpose of Advent


4 komentar:

Disqus Shortname

Comments system